
PADANG PARIAMAN, (Utamapost) — Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Sumatera Barat, Sitti Izzati Aziz, mengajak masyarakat Nagari Ketaping, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi bencana.
Ajakan tersebut disampaikan Sitti saat menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Sumatera Barat Nomor 4 Tahun 2023 tentang Penanggulangan Bencana, Minggu pagi (9/8/2026).
Kegiatan berlangsung di Pondok Lesehan Eby “Piak Nona”, Jalan Akses Bandara Padang Pariaman, dan diikuti masyarakat Nagari Ketaping.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wali Nagari Ketaping terpilih, Dasman, serta perwakilan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat, Analis Kebencanaan Ahli Muda, Acil Erbara.
Dalam pemaparannya, Sitti mengatakan Sumatera Barat termasuk wilayah yang memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi. Kondisi tersebut, menurutnya, menuntut masyarakat memiliki pengetahuan dan kesiapan yang memadai agar risiko serta dampak bencana dapat ditekan.
“Penanggulangan bencana tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan. Karena itu, pemahaman terhadap regulasi maupun langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi bencana perlu terus diperkuat,” ujar Sitti.
Ia menjelaskan, Perda Nomor 4 Tahun 2023 merupakan salah satu dasar bagi pemerintah daerah dan masyarakat dalam melaksanakan upaya penanggulangan bencana secara terencana, terpadu, terkoordinasi, dan menyeluruh.
Sitti juga meminta masyarakat Ketaping mengenali berbagai potensi bencana di wilayah tempat tinggal masing-masing. Selain itu, warga perlu mengetahui tindakan yang tepat pada setiap tahapan, mulai dari sebelum bencana, ketika bencana terjadi, hingga masa setelah bencana.
“Kesiapsiagaan menjadi hal yang sangat penting. Dengan bekal pengetahuan yang baik, masyarakat dapat mengurangi risiko dan mengambil tindakan yang tepat sehingga potensi korban maupun kerugian dapat diminimalkan,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Analis Kebencanaan Ahli Muda BPBD Sumatera Barat, Acil Erbara, memberikan pemahaman mengenai kebencanaan sekaligus pentingnya membangun kesiapsiagaan mulai dari tingkat nagari.
Menurut Acil, masyarakat memiliki posisi strategis dalam penanggulangan bencana karena menjadi pihak yang berada paling dekat dengan lokasi ketika bencana terjadi. Karena itu, peningkatan kapasitas dan pemahaman masyarakat perlu dilakukan secara berkelanjutan.
Sosialisasi tersebut sekaligus menjadi sarana memperkuat koordinasi antara DPRD Sumatera Barat, pemerintah daerah, BPBD, pemerintah nagari, dan masyarakat dalam membangun budaya sadar bencana.
Wali Nagari Ketaping terpilih, Dasman, menyambut positif pelaksanaan sosialisasi tersebut. Ia berharap kegiatan itu tidak hanya memberikan pemahaman mengenai aturan penanggulangan bencana, tetapi juga membekali masyarakat dengan pengetahuan praktis dalam menghadapi kondisi darurat.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat Nagari Ketaping diharapkan semakin memahami pentingnya kesiapsiagaan dan mampu mengambil tindakan secara cepat, tepat, serta terkoordinasi apabila sewaktu-waktu bencana terjadi.