Solok, (Utamapost) – Konferensi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Solok tahun 2026 menorehkan babak baru kepemimpinan. Drs. Raunis Roni secara resmi ditetapkan sebagai Ketua PWI Kota Solok terpilih secara aklamasi untuk masa bakti 2026–2029, berdasarkan hasil keputusan sidang yang berlangsung pada Jumat (22/05/2026), bertempat di Rumah Dinas Walikota Solok.
Proses pemilihan berjalan demokratis dan penuh kekeluargaan, dihadiri seluruh anggota PWI Kota Solok sesuai surat undangan yang diterbitkan Panitia Pelaksana tertanggal 19 Mei 2026, dihadiri langsung oleh Ketua PWI Sumatera Barat (Sumbar) Widya Navies beserta Wakil Ketua Bidang Organisasi, Sawir Pribadi, Wakil Ketua Bidang Pembinaan Daerah Rommi Delfiano serta Sekretaris Firdaus Abie, Wakil Sekretaris, Effendy, dan Ketua Dewan Kehormatan Provinsi/DKP diwakili Sekretaris Emil Mahmudsyah serta Ketua SIWO Syaiful Husen.
Kegiatan ini menjadi momen penting untuk menentukan arah organisasi sekaligus memilih pemimpin yang akan membawa pers daerah semakin profesional, berintegritas, dan berperan aktif bagi masyarakat. Anggota PWI kota Solok sepakat menunjuk Drs. Raunis Roni, sosok yang telah lama berkiprah di dunia kewartawanan dan organisasi ini untuk memegang tampuk pimpinan, karen dinilai memiliki pengalaman, komitmen, dan visi yang jelas dalam memajukan kualitas sumber daya manusia anggota, memperkuat soliditas organisasi, serta menjaga kode etik jurnalistik di setiap liputan dan pemberitaan.
Selaku Ketua Panitia Pelaksana Konferensi Kota Solok, Oktriyoni, SH.,MH, menyampaikan bahwa, “pelaksanaan kegiatan ini telah berjalan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga PWI. Seluruh tahapan dilakukan secara transparan, aman, dan tertib hingga ditetapkannya kepemimpinan baru. Penetapan ini merupakan amanah besar. Kami yakin sosok terpilih mampu membawa PWI Kota Solok semakin berkembang, menjaga nama baik profesi wartawan, serta mempererat kerja sama dengan berbagai pihak demi kemajuan daerah.
Sementara itu, Ketua PWI kota Solok terpilih Raunis Roni yang sebelumnya menjabat sebagai Pelaksana Tugas Ketua, menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan tinggi atas kepercayaan yang diberikan kembali oleh rekan-rekan sejawat. Ia berkomitmen untuk membawa program kerja yang lebih inovatif, meningkatkan literasi media, serta memperkuat peran wartawan sebagai mitra kritis dan konstruktif bagi pembangunan Kota Solok.
“Kepercayaan ini adalah tanggung jawab bersama. Saya mengajak seluruh anggota PWI Kota Solok untuk bersatu, meningkatkan kemampuan, dan senantiasa menjunjung tinggi kebenaran, keadilan, dan etika dalam setiap karya jurnalistik yang dihasilkan,” tutur Raunis.
Kepemimpinan periode 2026–2029 ini diharapkan menjadi tonggak penguatan organisasi, di mana PWI Kota Solok tidak hanya menjadi wadah berkumpul, tetapi juga garda terdepan dalam menjaga informasi yang akurat, berimbang, dan bermanfaat bagi masyarakat luas. Kehadiran organisasi ini juga diharapkan semakin dirasakan manfaatnya bagi kemajuan pembangunan daerah dan kehidupan berbangsa.
Dengan ditetapkannya Raunis menjadi Ketua PWI Kota Solok diharapkan ini membawa angin segar terhadap kemajuan PWI Kota Solok kedepannya. Tantangan semakin berat hingga organisasi harus dijalankan secara sungguh-sungguh, profesional. Terkait struktur/ kepengurusan baru yang akan mendampingi tugas dan tanggungjawab pimpinan baru, akan ditetapkan melalui tim formatur atas nama PWI Kota Solok.
Pada kesempatan yang sama, Ketua PWI Sumbar Widya Navies dalam sambutannya turut memberikan apresiasi atas terlenggaranya Konferensi Kota Solok, dimana konferensi PWI adalah forum tertinggi tingkat cabang Persatuan Wartawan Indonesia untuk memilih ketua baru dan menetapkan pengurus periode selanjutnya.
“Atas nama kepengurusan provinsi kami mengucapkan selamat pada ketua terpilih yang baru. Jalankan tugas dan tanggungjawab sebagaimana mestinya, jajaran PWI harus patuh dan disiplin pada ketentuan berlaku. Salah satunya soal larangan Anggota PWI untuk bergabung dengan organisasi wartawan lainnya yang juga berbadan hukum,” ungkapnya.
“Kemudian menyangkut masalah kartu keanggotan yang telah habis masa berlakunya harus segera diurus proses perpanjangannya sesuai mekanisme. Konfercab bukan hanya soal memilih ketua dan kepengurusan baru, tapi bagaimana supaya PWI tingkat daerah menjadi lebih disiplin, maju, berkembang,” tegasnya. (Milfiana.CP)