PADANG, (Utamapost) – Upaya membangun keluarga yang harmonis dan berketahanan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, tidak hanya pasangan suami istri. Di tengah kehidupan masyarakat Minangkabau, ninik mamak dan bundo kanduang memiliki peran strategis dalam memberikan bimbingan kepada keluarga serta calon pengantin melalui nilai-nilai adat dan kearifan lokal (9/10).
Hal tersebut menjadi perhatian Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Evi Yandri Rajo Budiman, S.IP., saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas dan Peran Ninik Mamak dan Bundo Kanduang dalam Pendampingan Keluarga dan Calon Pengantin di salah satu hotel di Kota Padang, baru-baru ini.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas ninik mamak dan bundo kanduang agar dapat menjalankan peran pendampingan secara lebih optimal, khususnya dalam mempersiapkan pasangan yang akan memasuki kehidupan pernikahan.
Melalui pembekalan tersebut, para tokoh adat diharapkan mampu membantu calon pengantin memahami pentingnya kesiapan mental, tanggung jawab, komunikasi, serta komitmen dalam membangun rumah tangga yang harmonis.
Pernikahan tidak hanya menyatukan dua individu, tetapi juga mempertemukan dua keluarga dengan latar belakang, kebiasaan, dan nilai kehidupan yang berbeda. Kondisi tersebut membutuhkan pemahaman, sikap saling menghargai, serta kesiapan menghadapi berbagai persoalan yang mungkin muncul dalam kehidupan berumah tangga.
Dalam masyarakat Minangkabau, ninik mamak berperan membimbing kemenakan, sementara bundo kanduang menjadi figur penting dalam menjaga nilai-nilai kehidupan keluarga dan adat. Kedua unsur ini dinilai memiliki posisi strategis dalam menanamkan nilai tanggung jawab, memperkuat hubungan kekeluargaan, serta menjaga keharmonisan rumah tangga.
Penguatan peran tokoh adat juga menjadi bagian dari upaya mempertahankan nilai-nilai luhur Minangkabau agar tetap relevan di tengah perubahan sosial dan perkembangan zaman.
Kegiatan bimtek tersebut merupakan bagian dari Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) Evi Yandri Rajo Budiman selaku Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat. Program ini menjadi salah satu bentuk perhatian terhadap peningkatan kapasitas tokoh adat dalam mendukung pembangunan sosial, terutama melalui penguatan ketahanan keluarga.
Dengan adanya peningkatan kapasitas, ninik mamak dan bundo kanduang diharapkan dapat memberikan pendampingan yang lebih terarah kepada keluarga maupun calon pengantin. Peran tersebut tidak hanya berkaitan dengan penyelesaian persoalan rumah tangga, tetapi juga mencakup penanaman nilai saling menghormati, kebersamaan, dan tanggung jawab.
Ketahanan keluarga yang baik diharapkan menjadi fondasi dalam membentuk generasi yang berkarakter, menjunjung tinggi adat, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial. Karena itu, kolaborasi antara keluarga, tokoh adat, dan masyarakat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang generasi berkualitas.
Melalui kegiatan ini, penguatan ketahanan keluarga diharapkan tidak berhenti pada lingkup rumah tangga, tetapi juga menjadi gerakan bersama dalam menjaga keberlangsungan nilai-nilai adat Minangkabau.
Keterlibatan ninik mamak dan bundo kanduang menjadi bagian penting dalam memastikan nilai-nilai tersebut tetap hidup dan diwariskan kepada generasi selanjutnya. Dengan demikian, keluarga yang kuat diharapkan mampu melahirkan generasi yang berkarakter dan bermartabat.
Adat terjaga, keluarga tangguh, generasi bermartabat.