Solok, (Utamapost) – Dalam rangka meningkatkan peran strategis guru untuk menambah pengetahuan, sikap dan perilaku yang responsif, Pemerintah Kota Solok melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB), meluncurkan Program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK).
SSK adalah sekolah yang mengintegrasikan pendidikan kependudukan dan keluarga berencana, ke dalam beberapa mata pelajaran sebagai pengayaan materi pembelajaran. DPPKB merasa SSK perlu ada di lingkungan pendidikan di Solok. Hal ini agar para pelajar juga memahami isu-isu kependudukan dan keluarga berencana.
Kegiatan ini dilakukan dalam rangka meningkatkan peran strategis guru untuk menambah pengetahuan, sikap dan perilaku yang responsif para pendidik, tenaga kependidikan dan peserta didik disekolah dalam mengatasi dan mengantisipasi permasalahan kependudukan di Indonesia.
Kegiatan yang diikuti oleh 20 orang Kepala Sekolah atau Guru SMP dan SMA sederajat di Kota Solok dengan menghadirkan Narasumber Tedy Arlan, S.Sos selaku Tim Kerja Dalduk Perwakilan BKKBN Provinsi Sumbar dan Hasyuni Harti, M.Pd selaku Kepala SMPN 24 Kota Padang sebagai Kepala Sekolah Percontohan SSK terbaik tingkat 3 Nasional dan terbaik 1 tingkat Provinsi Sumbar dibuka secara langsung oleh Wali Kota Solok yang diwakili oleh Kepala DPPKB, Ardinal, MKM, pada Selasa (06/02/2024), bertempat di aula DPPKB Kota Solok.
Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Penduduk harus menjadi titik sentral dalam pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Salah satu isu kependudukan yang dihadapi adalah kita diharapkan mampu menyiapkan penduduk usia muda agar menjadi sumber daya yang produktif dan menyiapkan penduduk usia lanjut agar menjadi orang tua yang sehat dan sejahtera.
Berdasarkan isu kependudukan ini, maka BKKBN selaku institusi yang berperan penting dalam pembangunan berkelanjutan di Indonesia melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Solok berupaya meningkatkan sinergitas dari berbagai pihak untuk mengatasi dan mengantisipasi permasalahan yang ditimbulkan dari dampak kependudukan ini, salah satunya dengan meningkatkan peran strategis guru dalam menambah pengetahuan, sikap, perilaku yang responsif dan adaptif dalam menghadapi situasi kependudukan.
Kepala DPPKB, Ardinal, mengungkapkan bahwa, “Konsep Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) ini ialah materi Kependudukan diintegrasikan dengan mata pelajaran sesuai dengan pokok bahasan sehingga bukan mata pelajaran baru, tidak menambah jam pelajaran, tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar namun justru mempertajam materi yang dibahas.”
“Program SSK ini diharapkan mampu menjadi wadah bagi program-program yang digulirkan oleh BKKBN seperti PIK Remaja dan Genre Goes to School dalam memperluas kesempatan kepada setiap remaja untuk dapat mengakses informasi, pendidikan, dan konseling kesehatan reproduksi dan seksual, gizi, serta perencanaan kehidupan berkeluarga kedepannya,” harapnya. (Milfiana.CP)