TMMD

Progres Capai 33,4 Persen, Pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda Tahap II di Bandung Terus Berlanjut

Kabupaten Bandung – Pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda tahap II di wilayah Kodim 0624/Kabupaten Bandung terus dikebut, menunjukkan komitmen dalam meningkatkan infrastruktur dan konektivitas antar wilayah. Jembatan yang menghubungkan Kampung Rumbia RT 05 RW 08 Desa Sukarame dengan Kampung Cibutak RT 01 RW 03 Desa Cikitu, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat, ini melintasi Sungai Citarum dengan lebar 25 meter dan kedalaman 2 meter, serta memiliki panjang 50 meter dan lebar 1,2 meter.

Pada hari Minggu, 22 Februari 2026, berbagai kegiatan konstruksi terus dilaksanakan untuk mencapai target yang telah ditetapkan. Sejak pukul 07.00 WIB, tim dan personel terkait fokus pada penyelesaian berbagai tahapan penting. Hingga saat ini, pekerjaan droping material telah mencapai 71%, memastikan ketersediaan bahan baku yang cukup untuk kelanjutan proyek. Pembersihan lokasi telah rampung 100%, menciptakan lingkungan kerja yang aman dan kondusif. Pemasangan bouplang juga telah selesai 100%, menjadi acuan penting dalam ketepatan pembangunan struktur jembatan.

Proses pembesian footplate/besplate telah mencapai 23%, memperkuat fondasi jembatan agar mampu menahan beban yang akan dilaluinya. Pengerjaan penggalian lubang anchor bentangan bawah telah tuntas 100%, menjadi titik tumpu utama bagi kekuatan jembatan gantung. Sementara itu, pengecoran pondasi telah mencapai 51%, dan pembuatan garpu & anchor telah mencapai 31%, menunjukkan progres yang baik dalam pembangunan struktur utama jembatan.

Meskipun beberapa tahapan seperti pemasangan papan & ram kawat, pemasangan plang anjuran dan identitas jembatan, pembentangan seling, pemotongan besi landasan bawah, dan pengecatan masih dalam tahap perencanaan, namun secara keseluruhan progres pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda tahap II ini telah mencapai 33,4%.

Pembangunan jembatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat setempat. Dengan terhubungnya kedua kampung, aksesibilitas dan konektivitas antar wilayah akan semakin meningkat, mempermudah aktivitas sosial, ekonomi, dan budaya. Masyarakat akan lebih mudah berinteraksi, berdagang, dan mengakses berbagai fasilitas yang tersedia di kedua desa. Jembatan ini diharapkan menjadi simbol kemajuan dan kesejahteraan bagi masyarakat di wilayah tersebut.(*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top