Daerah

Lapas Kelas IIA Gorontalo Gelar Pertemuan Bersama KPU Dan Dukcapil Dalam Rangka Mematangkan Kesiapan Jelang Pemilu 2024

“Untuk besok itu dilakukan lagi indentifikasi melalui geometrik. Jika memang dari narapidana itu sendiri belum melakukan perekaman, maka akan langsung dilakukan perekaman oleh Dukcapil Kota Gorontalo,”Ucap Kasdin

Lapas Kelas IIA Gorontalo bakal menggelar pertemuan dengan Dukcapil dan KPU Provinsi Gorontalo dalam rangka mematangkan kesiapan jelang Pemilu 2024.

GORONTALO, (Utamapost) – Lapas Kelas IIA Gorontalo bakal menggelar pertemuan dengan Dukcapil dan KPU Provinsi Gorontalo dalam rangka mematangkan kesiapan jelang Pemilu 2024.

Hal ini dilakukan sebagai langkah untuk memenuhi hak politik warga binaan pada pesta demokrasi nanti. Seperti melakukan pengecekan data biometrik dan perekaman KTP bagi warga binaan.

Kasi Binadik Lapas Kelas IIA Gorontalo, Kasdin mengatakan bahwa TPS yang kami ajukan ke KPU Provinsi minimal tiga TPS khusus  karena mengingat jumlah penghuni lapas kita ini di atas 500.

Kemudian untuk posisi sekarang sampai dengan tahun 2024 dikhawatirkan lebih banyak dari daftar pemilih tambahan dari pada pemilih tetap.

Menurut Kasdin, pihkanya telah mempersiapkan berbagai hal yang dibutuhkan. Termasuk melakukan komunikasi dengan Dukcapil Kota Gorontalo dalam hal identifikasi bagi Narapidana maupun tahanan yang belum memiliki kartu identitas.

“Untuk besok itu dilakukan lagi indentifikasi melalui geometrik. Jika memang dari narapidana itu sendiri belum melakukan perekaman, maka akan langsung dilakukan perekaman oleh Dukcapil Kota Gorontalo,”Ucap Kasdin

Lebih Lanjut ia juga menyampaikan bahwa  pihaknya  baru saja mengirimkan data terkait Daftar Pemilih Tetap (DPT) ke KPU Kota dan KPU Provinsi Gorontalo. Pasalnya, jumlah warga binaan di Lapas Kls IIA Gorontalo mengalami naik turun.

‘Jumlah warga binaan di Lapas ini mengalami naik turun. Sekarang jumlah warga binaan ada sekitar 560 orang, termasuk tahanan – tahanan yang jumlahnya belum bisa diprediksi,” katanya.

Dan kami juga terus mensosialisasikan tahapan – tahapan Pemilu bagi warga binaan yang kedepannya agar dapat menggunakan hak pilih pada Pemilu nanti.

“Yang artinya dalam hal ini mereka bebas lebih awal dari sesuai yang tertera dari aspirasi dalam pembebasannya itu. misalnya sapa tau mereka mendapatkan pembebasan bersyarat maka itu bisa digunakan kemudian melaporkan ketempat di mana tempat dia berada.”Tandasnya(Utamapost).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top