Uncategorized

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Siap Koordinasikan dengan Diskominfotik soal Masyarakat Nagari Kuncir Keluhkan Sinyal Lemah

PADANG, (Utamapost)- Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat Nagari Kuncir terkait lemahnya akses jaringan komunikasi dan internet di wilayah tersebut. Ia menyatakan siap berkoordinasi dengan Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Sumatera Barat guna mencari solusi atas persoalan itu.

Keluhan warga mencuat saat Muhidi melaksanakan Safari Ramadan di masjid setempat, Minggu (22/2), di Nagari Kuncir, Kecamatan X Koto Diatas, Kabupaten Solok. Dalam pertemuan tersebut, masyarakat menyampaikan harapan agar pemerintah dapat membangun menara telekomunikasi atau memperkuat jaringan yang ada, sehingga kebutuhan komunikasi dan akses internet dapat terpenuhi.

Menurut Muhidi, keberadaan jaringan telekomunikasi yang memadai sangat penting untuk menunjang berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari komunikasi sehari-hari, proses pendidikan, hingga pengembangan usaha. Ia menilai akses internet yang baik akan membuka peluang ekonomi baru serta meningkatkan kualitas pelayanan publik di daerah.

“Kami akan berkoordinasi dengan dinas terkait agar persoalan ini bisa segera ditindaklanjuti dan dicarikan solusi terbaik,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Biro Pembangunan Provinsi Sumatera Barat, Ria Wijayanty, menyampaikan bahwa pemerintah akan menyiapkan bahan pendukung serta melakukan koordinasi dengan dinas komunikasi dan informatika. Ia menjelaskan, langkah awal akan dilakukan bersama Kominfo di tingkat kabupaten. Jika belum dapat diselesaikan, maka pemerintah provinsi akan mengambil alih koordinasi agar solusi dapat segera ditetapkan.

Masyarakat Nagari Kuncir berharap pembangunan infrastruktur jaringan telekomunikasi dapat segera direalisasikan. Selama ini, kondisi sinyal yang lemah dinilai cukup menghambat aktivitas warga, terutama untuk kebutuhan pendidikan, pelayanan publik, serta pengembangan usaha.

Salah seorang tokoh masyarakat setempat mengungkapkan bahwa warga kerap mengalami kesulitan berkomunikasi dan mengakses informasi karena keterbatasan jaringan. Mereka berharap adanya pembangunan tower atau penguatan sinyal agar kegiatan belajar anak-anak, pelayanan masyarakat, dan aktivitas ekonomi dapat berjalan lebih lancar.

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top