Solok, (Utamapost) – Sebagai upaya bersama dalam meningkatkan kesadaran lingkungan sekaligus mendukung langkah-langkah mitigasi bencana, khususnya dalam mengantisipasi potensi banjir, disela-sela kegiatan Car Free Day yang berlangsung pada Minggu (21/06/2026), Wali Kota Solok Dr. H. Ramadhani Kirana Putra, SE, MM secara symbolis menyerahkan bibit bakau kepada seluruh lurah se-Kota Solok.
Bibit yang diserahkan Wako Ramadhani didampingi langsung oleh Kapolres Solok Kota AKBP Mas’ud Ahmad SIK, M. Si dan seluruh OPD di lingkup Pemerintah Kota Solok ini nantinya akan ditanam di lokasi-lokasi yang telah ditentukan sebagai bentuk komitmen menjaga kelestarian lingkungan dan memperkuat daya dukung alam.

Wali Kota Solok Dr. H. Ramadhani Kirana Putra, SE, MM menyebut bahwa, “kolaborasi lintas sektor menjadi modal penting membangun kembali kepedulian terhadap lingkungan yang menurutnya harus menjadi karakter bersama, terutama bagi generasi muda.”
“Kita hadir bersama bagaimana membangun kepedulian dan kesadaran terhadap lingkungan sekaligus mendukung langkah-langkah mitigasi bencana, khususnya dalam mengantisipasi potensi banjir dengan melakukan penanaman, menjaga dan merawat pohon bakau, serta mewariskan kepedulian lingkungan kepada generasi muda,” ungkap Wako.

Wako mengingatkan masyarakat telah merasakan langsung dampak ketika lingkungan tidak terjaga. Kita sudah merasakan akibatnya. Ketika lingkungan rusak, yang muncul adalah banjir, longsor, dan kerusakan yang lebih luas. Karena itu kepedulian terhadap lingkungan harus menjadi karakter yang melekat dalam kehidupan kita.
Dan tak lupa Ia mengungkapkan bahwa kerusakan akibat bencana tidak hanya menghantam infrastruktur dan permukiman, tetapi juga memukul ekosistem yang selama ini menopang kehidupan. Penanaman bakau dilakukan sebagai bagian dari revitalisasi kawasan bantaran Sungai yang sempat terendam banjir dan longsor.

Tanaman bakau dengan nama latin Rhizophora Muncronata dapat tumbuh hingga ketinggian 35-40 meter. Tumbuhan ini memiliki sebutan yang berbeda-beda di setiap daerah, seperti bakau, genjah, bakau gundul, dan bangko.
Tanaman bakau atau mangrove merupakan tumbuhan berbentuk semak dan pohon merupakan salah satu ekosistem yang tumbuh di muara sungai. Daerah endapan lumpur kerap menjadi tempat bertumbuhnya tanaman bakau dapat menjadi resapan air untuk menghindari pengikisan tanah oleh air.

Pemerintah Kota Solok bersama Polres Solok Kota berharap dapat terus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan demi terwujudnya Kota Solok yang sehat, hijau, dan tangguh menghadapi berbagai tantangan lingkungan di masa depan.
Kapolres Solok Kota yang telah menginisiasi kegiatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat menyampaikan bahwa, “kegiatan ini merupakan wujud nyata kolaborasi antara pemerintah daerah, kepolisian, dan masyarakat dalam membangun lingkungan yang sehat, aman, dan berkelanjutan.”
Kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk mempererat sinergi antara pemerintah daerah, kepolisian, dan masyarakat dalam mewujudkan pola hidup sehat serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. (Milfiana. CP)