DHARMASRAYA (utamapost) – Dalam upaya memaksimalkan penerimaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Dharmasraya terus melakukan berbagai terobosan. Salah satunya dengan menggerakkan para dai untuk turun langsung ke tengah masyarakat, khususnya menemui para muzakki, guna mengajak mereka menunaikan kewajiban zakat serta menyalurkannya melalui Baznas.
Program ini dinilai sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya berzakat secara terorganisir dan tepat sasaran. Para dai yang dilibatkan merupakan perpanjangan tangan Baznas di lapangan, yang memiliki peran tidak hanya sebagai penyampai dakwah, tetapi juga sebagai penggerak kesadaran sosial keagamaan.
“Para dai ini ditempatkan masing-masing dua orang di setiap kecamatan,” ungkap Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan Zakat, Infak, dan Sedekah Baznas Dharmasraya, Ridwan Syarif Dt Majo Kayo, Senin (9/3/2026).
Ia menjelaskan, sebelum diterjunkan ke lapangan, seluruh dai telah mendapatkan pembekalan melalui rapat koordinasi yang digelar Baznas. Dalam kegiatan tersebut, para dai diberikan pemahaman terkait strategi pendekatan kepada masyarakat, tata cara pengumpulan ZIS, hingga pentingnya membangun kepercayaan publik terhadap Baznas.
Selain itu, para dai juga dibekali dengan Surat Ajakan Berzakat yang dapat digunakan sebagai sarana sosialisasi kepada para muzakki. Dengan adanya surat tersebut, diharapkan masyarakat semakin yakin dan terdorong untuk menyalurkan zakatnya melalui lembaga resmi.
“Kita berharap melalui gerakan ini para muzakki semakin gemar berzakat, berinfak, dan bersedekah melalui Baznas, sehingga pengelolaan dan penyalurannya bisa lebih optimal dan tepat sasaran,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ridwan menyebutkan bahwa setiap dai ditargetkan mampu mengajak sedikitnya 30 orang muzakki di wilayah tugasnya untuk menyalurkan ZIS melalui Baznas. Target ini diharapkan dapat mendorong peningkatan signifikan dalam penghimpunan zakat di Kabupaten Dharmasraya.
Tidak hanya fokus pada pengumpulan, para dai juga diimbau untuk memasukkan pesan-pesan tentang pentingnya zakat dalam setiap ceramah atau kegiatan dakwah yang mereka lakukan. Hal ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran sejak dini bahwa zakat merupakan bagian penting dalam kehidupan umat Islam, baik dari sisi spiritual maupun sosial.
Selain itu, para dai juga memiliki peran dalam mengidentifikasi masyarakat yang berhak menerima zakat namun belum tersentuh bantuan. Dengan demikian, distribusi zakat dapat dilakukan secara lebih merata dan tepat sasaran.
“Kami juga menyarankan kepada para dai agar dalam setiap ceramahnya selalu menyinggung pentingnya zakat dalam kehidupan. Di samping itu, mereka juga diharapkan mampu melihat dan mengamati masyarakat yang berhak menerima zakat, namun belum terakomodir,” pungkasnya.
Melalui langkah ini, Baznas Dharmasraya optimistis dapat meningkatkan kesadaran serta partisipasi masyarakat dalam berzakat, sekaligus memperkuat peran zakat sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat.(ed)