Kota Solok

Kwarcab 0310 Kota Solok Rekrut Anggota Saka Kalpataru

Solok, (Utamapost) – Kwartir Cabang (Kwarcab) 0310 Kota Solok laksanakan perekrutan anggota Saka Kalpataru, oleh Pejabat Fungsional Penyuluh Lingkungan, Nelli Amrianis, SP beserta staf yang didampingi oleh Jefri Heriyanto selaku perwakilan Pengurus Kwarcab Kota Solok, pada Rabu (31/01/2024), bertempat di Halaman SMKN 3 Kota Solok.

Selaku pemateri, Jefri Heriyanto, menyampaikan materi tentang Saka Kalpataru oleh kemudian dilanjutkan dengan penjelasan rencana kegiatan dan Program Saka Kalpataru, yang merupakam salah satu Satuan Karya Pramuka di Gerakan Pramuka yang khusus bergerak dalam bidang cinta lingkungan hidup.

“Saka Kalpataru merupakan Satuan Karya Pramuka tempat meningkatkan pengetahuan, pengalaman, keterampilan dan kecakapan, kepemimpinan Pramuka Penegak dan Pandega serta wadah untuk menanamkan kepedulian dan rasa tanggung jawab dalam mengelola, menjaga, mempertahankan dan melestarikan lingkungan untuk keberlanjutan generasi sekarang dan mendatang,” jelas Jefri.

Satuan Karya Pramuka Kalpartaru yang disingkat dengan Saka Kalpataru meliputi tiga Krida yaitu Krida 3R (Reduce, Reuse, Recycle), dengan syarat diantaranya yaitu komposting, daur ulang dan bank sampah. Krida Perubahan Iklim dengan Syarat yaitu Konservasi Dan Hemat Air, Hemat Energi Listrik dan Transportasi Hijau. Krida Konservasi Keanekaragaman Hayati dengan syarat yaitu Pelestarian Sumberdaya Genetik, Pelestarian Ekosistem dan Jasa Lingkungan.

Saka Kalpataru Kota Solok mengenalkan keberadaannya melalui pengenalan terjun langsung ke sekolah-sekolah yang ada di Kota Solok yang pada kesempatan kali ini SMK N 3 Kota Solok.

Pada kesempatan ini, Pejabat Fungsional Penyuluh Lingkungan,Nelli menjelaskan tentang bagaimana cara mengelola sampah dengan benar agar lingkungan tetap bersih dan sehat. Mengelola sampah dengan benar adalah salah satu cara untuk menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat. Salah satu cara yang efektif adalah dengan menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse dan Recycle).

Prinsip ini bertujuan untuk mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan dan memanfaatkan Kembali sampah yang dapat di daur ulang, perlunya upaya mewujudkan Kota Solok bebas sampah khususnya pada lingkungan sekolah dengan mengenalkan ”ZERO WASTE EVENT” atau dapat diartikan bahwa setiap kegiatan kepramukaan harus berakhir dengan ”0” sampah dengan kata lain semua sampah sudah dikumpulkan sesuai jenisnya dan tidak ada sampah yang berceceran di lokasi sekolah.

Para siswa diminta untuk memungut sampah dan menempatkan ke bak sampah terpilah yang sudah disediakan. Hal ini juga sejalan dengan program kerja dari kwarcab dengan istilah ”LISA” (Lihat Sampah Ambil). “Semoga keberadaan Saka Kalpataru dapat menjadi salah satu indikator pendukung kerja pemerintah untuk menjadikan lingkungan hidup khususnya di sekolah untuk lebih berkualitas, nyaman dan bersih,”pesannya. (Milfiana.CP)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top